Selasa, 17 Juli 2012

istilah-istilah dalam dunia film

Action              : Selain di artikan sebagai perintah sutradara saat pengambilan gambar,action juga bisa diartikan sebagai gerak laku pemeran., yang terjadi dalam suatu adegan. Selain itu kata action juga bias dipakai untuk menentukan jenis film, yang di artikan sebagai jenis film laga.
Big Close Up    : Pengambilan gambar pada jarak sangat dekat. Misalnya, dalam gambar yang hanya terlihat bibirnya saja. Contoh pemakaian dalam scenario, untuk menunjukan sebuah cincin di jari manis tokoh, kita bias pakai BCU untuk cincin. Namun jika ini sudah diperjelas dalam dekskripsi, tidak perlu ditulis BCU lagi, sebab ini adalah tugas sutradara.
Close Up          : Pengambilan gambar pada jarak dekat. Misalnya dalam gambar terlihat orang wajahnya saja. Untuk pemakaian dalam scenario biasanya dipakai untuk menegaskan expresi tokoh. Namun penggunaan close up sebisa mungkin untuk hal-hal yang sangat penting saja, misalnya untuk menegaskan lirikan mata atau senyuman sinis si A kepada si B. jika tidak terlalu penting jangan menulis kan CU dalam scenario,karena masalah shot adalah wilayah sutradara.
Credit Title      : Penayangan nama tim creative dan para ahli, serta semua orang yang terlibat dalam pembuatan film, sinetron atau acara tersebut.
Cut Back To     : Transisi dengan tempo cepat , tapi kembali kepada adegan atau posisi yang telah dilihat sebelumnya. Contoh penggunaannya dalam scenario misalnya seorang anak menangis karna terpisah dengan ibunya di mall, cut to: ibu sedang mencari anaknya dengan gelisah di sudut yang lain, maka ketika akan kembali ke gambar anak yang menangis tadi,transisinya bias dipakai Cut Back To.
Cut To              : Transisi atau peralihan dengan tempo yang cepat, misalnya untuk menggambarkan kejadian yang terjadi bersamaan tetapi pada tempat yang berbeda. Atau bias juga kelanjutan adegan tapi masih pada hari yang sama.
Dissolve To      : Transisi yang menunjukan gambar menjadi kabur, kemudian masuk ke gambar adegan berikutnya. Dalam scenario ini biasanya ini dipakai untuk menggambarkan sebuah mimpi, mengenang masa lalu, atau flas back, atau bias juga membayangkan sesuatu yang akan terjadi.
Dialog              : Kalimat yang diciptakan oleh si penulis scenario yang nantinya akan diucapkan oleh seorang actor. Dialog harus mewakili peran, karakter, dan perasaan si tokoh dalam cerita.
Durasi              : Waktu tayang. Bila ditayangkan di televise sudah termasuk comercial break. Durasi yang umum 30 menit biasanya untuk serial comedi, durasi 60 menit biasanya untuk serial drama. Durasi 90 menit biasanya untuk FTV.
Establishing     : Biasanya di singkat ESTABLISH saja, artinya pengambilan gambar secara penuh, terlihat secara keseluruhan. Biasanya diambil dari jarak jauh sehingga gambar terlihat kecil. Contoh jika kita sedang ingin memasuki setting kamar dalam sebuah rumah sakit, biasanya kita beri dulu ESTABLISH gedung rumah sakit secara keseluruhan. Namun, jika tempat itu sudah pernah diperlihatkan secara keseluruhan tidak perlu ada ESTABLIS berulang kali.
EXT.                 : Singkatan dari EXTERIOR, biasanya dalam scenario ditulis pada deretan judul scene, untuk menunjukan tempat di luar ruangan. Tulisan EXT. dan INT. bias digabung misalnya menjadi EXT./INT. yang menunjukan adegan di jalanan/dalam mobil. Bias juga digunakan sebagai gabungan di teras depan rumah.
Fade Out         : Transisi gambar dari terang ke gelap dengan cara lambat.
Fade In            : Transisi gambar dari gelap ke terang dengan cara yang lambat. Dalam scenario penulisan Fade Out dan Fade In biasanya bersamaan untuk transisi yang menunjukan perubahan waktu, bias dari malam ke pagi, atau dalam hitungan hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Selain menunjukan perubahan waktu. Bias juga menggambarkan perubahan keadaan dan perubahan lokasi.
Flash Back       : Bisa diartikan sebagai kilas balik. Cerita yang kembali pada saat sebelum kejadian berlangsung. Flash Back bias menunjukan kemunduran waktu beberapa tahun kebelakang, bias juga menunjukan waktu beberapa saat sebelumnya.
Flipframe        : Seluruh bingkai gambar seakan-akan terbalik dan terlihat adegan baru sehingga terlihat seperti orang membalik halaman buku.
Freeze             : Menghentikan aksi atau bertahan pada posisi akhir adegan. Dalam penulisan scenario biasanya digunakan untuk akhir sebuah episode, dimana gambar berhenti mengakhiri sebuah cerita.
Insert               : Sisipan adegan pendek singkat tapi penting, di dalam sebuah scene. Misalnya pada adegan beberapa orang mengobrol di dalam ruang tamu, tiba-tiba di luar ada yang mengintip dan mendengarkan perbincangan mereka. Meskipun setting berubah, kita tak perlu membuat scene baru untuk adegan tersebut tapi cukup dengan insert saja.
Intercut           : Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain dalam satu kesatuan cerita. Misalnya adegan telepon, dua setting yang berlainan bergantian ditampilkan. Maka kita bias menggunakan Intercut untuk pergantian cepat antara orang yang menelepon dan di telepon.
INT.                  : Singkatan dariINTERIOR, penulisannya dalam scenario sama dengan EXTERNAL. Tapi yang ini digunakan untuk menunjukan tempat di dalam ruangan.
Long Shot        : Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang dapat dilihat keseluruhannya. Biasanya gambar yang ingin dilihat keseluruhan badan beserta seluruh latar belakangnya. Namun jika tak terlalu penting jangan cantumkan LS dalam scenario karena sama seperti CU dan BCU, ini juga wewenang sutradara.
Main Title       : Judul cerita pada sebuah tayangan sinetron atau film, dalam penulisan scenario biasanya di tampilkan atau ditulis setelah adegan teaser. Dan dilanjutkan dengan tayangan credit titles.
Montage         : Beberapa gambar yang menunjukan beberapa adegan yang berkesinambungan dan mengalir, bias pada beberapa lokasi yang berbeda, tapi menyatudalam rangkaian. Dalam penulisan scenario, misalnya seseorang yang sedang putus cinta, maka ia akan mengenang masa indahnya dulu dengan sang mantan pacar. Dalam hal ini kita memakai MONTAGE dengan menampilkan beberapa adegan indah antara si tokoh dan mantan kekasihnya ketika masih bersama, menampilkan mereka berkejaran di pantai, menampilkan mereka berduaan di taman bunga, lalu saat mereka bertukar barang kenangan dan lain sebagainya.
Off Screen       : Dialog yang terdengar tapi orang tidak tampak pada gambar, misalnya terdengar orang berbicara dari ruangan lain, atau bias juga untuk penggambaran seseorang yang sedang bercerita semacam narasi.
Rating              : Ini biasa digunakan sebagai istilah berapa jumlah penonton yang menyaksikan tayangan televisi, dalam hal ini termasuk tayangan sinetron yang cerita dan skenarionya kita tulis. Survey ini dilakukan oleh sebuah lembaga yang bernama AC NIELSON, yang sudah di akui kredibilitasnya oleh masyarakat pertelevisian di Indonesia. Setiap minggunya lembaga ini akan memberikan lembaran hasil surveinya ke semua stasion televisi dan PH, dilembaran itu akan terlihat urutan tayangan mulai dari yang terbanyak penontonnya hingga yang paling sedikit. RATING sampai saat ini masih menjadi tolang ukur tayangan di Indonesia. Rating tinggi berarti tayangan di anggap laku dan secara bisnis menguntungkan PH atau broadcast, sehingga acara diproduksi terus, sebaliknya bila rating rendah maka tayangan akan cepat dihentikan agar tidak merugikan produksi.
Scene               : Kata lain dari adegan, yaitu bagian terkecil dari sebuah cerita.
Scriptwriter     : orang yang kerjanya membuat atau menulis scenario atau bias disebut juga sebagai penulis scenario.
Sequence         : Kata lain dari babak yaitu kumpulan dari beberapa adegan.
Slow Motion    : Gerakan yang terlihat lebih lambat dari biasanya. Hal ini biasanya ditampilkan untuk adegan yang sangat dramatis. Misalnya, adegan seorang tokoh ditembak dari belakang.saat si tokoh jatuh bias saja di buat slow mition agar lebih terkesan dan menyentuh perasaan penontonnya.
Sound Effect    : Biasanya dalam penulisan digunakan istilah SFX, maksudnya suara yang dihasilkan diluar suara manusia dan ilustrasi music. Misalnya suara telepon bordering, bel tanda masuk sekolah, suara alat dapur berjatuhan dan lain sebagainya.
Split Screen     : Dua adegan berbeda yang muncul dalam satu layar. Bias kita pisahkan dengan garis vertical atau horizontal. Pada penulisan dalam scenario bias kita pakai saat ingin mengambil gambar adegan sedang bertelepon yang menampilkan expresi kedua tokoh secara bersamaan.
Teaser             : Adegan gebrakan, ditampilkan pada saat pembukaan atau awal cerita, yang tujuannya untuk memancing penonton untuk menyaksikan kelanjutan cerita dibelakangnya. Teaser bias sebuah scenel adegan baru yang diciptakan oleh penulis scenario atau bias juga cuplikan adegan paling menarik atau konflik utamayang sudah ada dalam scenario.
Voice Over      : Dialog yang orangnya tampak, suaranya terdengar, tapi bibirnya tidak dapat bergerak, jidi seperti sedang berfikir atau berbicara di dalam hati.
Wipe                : Sebuah gambar baru dipisahkan dari gambar sebelumnya oleh garis horizontal, vertical, atau diagonal yang bergerak melintasi layar untuk mendorongcitra yang ada keluar layar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar